agama marcus fernaldi gideon
KevinMarcus terhenti pada babak perempat final Thailand Open 2019. Kevin/Marcus terhenti pada babak perempat final Thailand Open 2019. REPUBLIKA.ID; REPUBLIKA TV; GERAI; IHRAM; REPJABAR; REPJOGJA; RETIZEN; BUKU REPUBLIKA; REPUBLIKA NETWORK; Sunday, 2 Muharram 1444 / 31 July 2022. Menu
MarcusFernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Foto: PBSI. GUANGZHOU - BWF World Tour Finals resmi berakhir kemarin, Minggu (15/12/2019). Indonesia meraih juara di sektor ganda putra dan runner-up di sektor tunggal putra. Di sektor ganda putra, gelar juara berhasil disabet oleh Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
MarcusFernaldi Gideon skak Mat BWF soal 7 wakil negara lain yang positif tapi dibolehkan test ulang di All England Open 2021. Sabrang Mowo Damar Panuluh Noe Letto sempat menjadi perbincangan hangat publik setelah mengaku pindah agama. Ia mengatakan bila pada awalnya ia adalah seorang atheis
PORTALJOGJA – Pasangan ganda putra Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri lagi-lagi membuat kejutan di All England 2022.. Hari ini mereka memastikan diri maju ke babak final setelah berhasil mengalahkan pasangan Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo.Baik Bagas maupun Fikri menyatakan tak menyangka bisa melaju hingga babak
HighlightMatch 2 | Indonesia vs Denmark | Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen | Thomas & Uber Cup 2020. Badminton World Federation. 07:14. Highlight Match 1 | Indonesia vs Denmark | Anthony Sinisuka Ginting vs Viktor Axelsen | Thomas & Uber Cup 2020 Pai Yu Po vs Chen Yu Fei | Thomas & Uber
Mann Schreibt Aber Will Sich Nicht Treffen. Profil Terlengkap Marcus Fernaldi Gideon – Apakah Marcus Fernaldi Gideon sudah menikah? Siapakah nama istri Marcus Fernaldi Gideon? Berapa usia Marcus Fernaldi Gideon? Berapa tinggi badan Marcus Fernaldi Gideon? Bagaimana masa kecil Marcus Fernaldi Gideon? Bagaimana ceritanya Marcus Fernaldi Gideon berpasangan dengan Kevin Sanjaya? Apa agama Marcus Fernaldi Gideon? Itulah beberapa pertanyaan seputar kehidupan pribadi Marcus Fernaldi Gideon. Untuk menjawab pertanyaan di atas, berikut adalah Biodata terlengkap Marcus Fernaldi Gideon Masa Kecil Dan Keluarga Marcus Fernaldi Gideon Marcus Fernaldi Gideon lahir pada tanggal 9 Maret 1991 di Jakarta. Itu artinya usia Marcus Fernaldi Gideon saat ini adalah 27 tahun 2018. Ayah Marcus Fernaldi Gideon bernama Kurniahu Gideon yang merupakan atlet bulu tangkis lengendaris era 1970-1990-an, sedangkan Ibu Marcus Fernaldi Gideon bernama Sujati Iskandar. Marcus mempunyai kakak perempuan yang bernama Nadia Emanuella Gideon. Bagaimana masa kecil Marcus Fernaldi Gideon? Semasa kecil, Marcus Fernaldi Gideon sudah mencintai bulu tangkis. Hal ini beralasan, seperti diungkapkan di atas, Ayah Marcus adalah mantan atlet bulu tangkis profesional, sedikit banyak darah atlet mengalir pada tubuhnya. Saking cintanya pada bulu tangkis, walaupun Marcus Fernaldi Gideon sedang liburan ke negara yang memiliki hawa dan cuaca dingin, Marcus tetap bermain dan melawan dinginnya lapangan. Tapi, seperti anak kecil umumnya, Marcus Fernaldi Gideon menganggap bulu tangkis sebagai olahraga untuk bersenang-senang. Ketika menginjak remaja, baru sang Ayah yang biasa menjadi pengawas Marcus, menanyakan keseriusannya di dunia bulu tangkis. Pilihan Ayahnya Cuma dua tetap sekolah atau bermain bulu tangkis secara profesional. Bisa ditebak sendiri, Marcus Fernaldi Gideon akhirnya memilih bulu tangkis sebagai jalan hidupnya. Walaupun mempunyai Ayah yang seorang atlet bulu tangkis, bukan berarti Marcus Fernaldi Gideon selalu mendapat respon yang positif dari orang-orang. Marcus Fernaldi Gideon sempat diremehkan dan diminta untuk berhenti jadi atlet bulu tangkis dikarenakan tinggi badannya yang rendah untuk seorang atlet. Karena hal tersebut Marcus sampai menangis, tapi untungnya keluarganya membesarkan hatinya dan memacu dirinya bahwa ia harus tetap semangat untuk membuktikan bahwa perkataan orang yang meremehkannya tersebut tidaklah benar. Agama Marcus Fernaldi Gideon Kristen Gambar dan Foto Marcus Fernaldi Gideon Foto Dan Gambar Marcus Gideon Bersama Istri Agnes Foto Dan Gambar Kebersamaan Marcus Gideon Dan Keluarga Perjalanan Karier Marcus Fernaldi Gideon menjadi atlet bulu tangkis Seperti diungkapkan di atas, Marcus Fernaldi Gideon akhirnya memilih bulu tangkis sebagai jalan hidupnya. Dengan kerja keras dan kedisiplinan yang diterapkan padanya, tidak butuh waktu bagi Marcus untuk mendapatkan kemenangan dari pertandingan yang diikutinya. Marcus Fernaldi Gideon berhasil memenangi ajang Victorian International Challenge di Australia tahun 2009. Dari sini, bakat Marcus Fernaldi Gideon tercium. Ia lalu bergabung dengan Pelatnas PBSI Cipayung tahun 2010. Selama di Pelatnas, Marcus Fernaldi Gideon dipasangkan dengan Agripina Prima Rahmanto berhasil meraih 2 gelar juara dan 2 kali runner up di level turnamen internasional. Namun sayang ditengah kariernya yang gemilang, Marcus Fernaldi Gideon sempat keluar’ dari Pelatnas dikarenakan kecewa. Kabarnya, Marcus Fernaldi Gideon kecewa dikarenakan ia tidak dikirim untuk tampil di All England 2013. Sekeluarnya’ dari Pelatnas, Marcus Fernaldi Gideon berusaha mencari pasangan untuk diajak berlaga di sejumlah kejuaraan dunia. Bertemulah Marcus dengan Markis Kido. Berdua mereka mengikuti turnamen dunia. Di sini Marcus seolah membuktikan bahwa ia bisa berprestasi di luar Pelatnas, hal ini terbukti dengan kemenangannya di Perancis Terbuka 2013 dan Indonesia Master 2014. Tentu saja dengan prestasi tersebut, membuat PBSI berusaha kuat untuk menarik Marcus Fernaldi Gideon untuk kembali bergabung’ dengan Cipayung 2015. Awalnya, Marcus Fernaldi Gideon ingin tetap berpasangan dengan Kido, tapi karena Kido sering mengeluh nyeri pinggang, Kido meminta Marcus mencari pasangan lain yang lebih muda. Dilain sisi, Kevin juga merasakan hal yang sama, dimana pasangan duetnya bermain bulu tangkis, Stevanus Gabriel jatuh sakit. Bisa ditebak, akhirnya Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya dipasangkan oleh PBSI. Enam bulan bersama Kevin, Marcus sempat mengalami paceklik juara. Hal ini membuat mereka sempat ingin berpisah, tapi sang pelatih tetap memberikan masukan pada mereka. Hingga akhirnya, pada 2015 mereka berdua menjuarai Taiwan Master Grand Prix. Kemenangan demi kemenangan mereka raih, hingga akhirnya mereka berhasil mencatatkan sejarah baru diganda putra dunia, yaitu juara 7 turnamen dalam satu tahun, yang merupakan catatan rekor tertinggi di dunia disektor ganda. Adapun 7 turnamen yang berhasil mereka menangkan dalam satu tahun adalah India Terbuka, Malaysia Terbuka, Jepang Terbuka, China Terbuka, Hongkong terbuka, SS final Dubai, dan hingga menang di final BWF Terbuka. Tinggi badan Marcus Fernaldi Gideon Tinggi Badan Marcus adalah 167 cm Akun Instagram Marcus Fernaldi Gideon Marcusfernaldig Pacar atau Istri Marcus Fernaldi Gideon
ZIGI – Marcus Gideon berhasil melaju ke perempat final Olimpiade Tokyo 2020 bersama Kevin Sanjaya sebagai tim Ganda putra Indonesia. Grup yang dikenal sebagai The Minions ini berhasil mengalahkan pasangan tim Ganda putra India Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty di laga penyisihan Grup A pada Senin, 26 Juli Marcus Gideon pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional dengan menyumbangkan banyak medali emas. Penasaran dengan sosok Marcus Gideon? Yuk intip profil dan biodatanya!Kehidupan pribadi Marcus Gideon Photo Instagram/marcusfernaldig Marcus Fernaldi Gideon lahir di Jakarta, pada 9 Maret 1991. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Kurniahu Gideon dan Sujati Iskandar. Marcus memiliki kakak perempuan bernama Nadia Emanuella Gideon. Sang ayah berprofesi sebagai pelatih dan salah satu atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia. Tahun 1981, Kurniahu Gideon pernah mencapai rangking tujuh dunia bulu tangkis kategori tahun 2018, Marcus menikahi Agnes Amelinda Mulyadi. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak. Marcus juga sering membagikan potret keluarganya ke Instagram marcusfernaldig. Agama Marcus Gideon adalah karier Marcus Gideon Photo Instagram/marcusfernaldig Marcus Gideon memulai karier bulu tangkisnya saat berusia 9 tahun di klub Tangkas Jakarta. Pada usia 13 tahun, Marcus mulai bermain secara profesional dan menerima beasiswa di Singapura. Namun, setelah empat bulan di Singapura, Marcus sempat sakit dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya tersebut. Setelah kembali ke Indonesia, Marcus kembali dilatih oleh sang ayah sebagai pemain tunggal dan ganda. Berkat kegigihannya, Marcus memenangkan gelar internasional pertamanya saat mengikuti turnamen Victoria International a Future Series pada tahun 2009. Hal tersebut yang membawa karier Marcus melambung hingga berhasil masuk ke Pelatnas PBSI di Cipayung pada tahun 2010. Keluar dari PBSI Photo Instagram/marcusfernaldig Sejak masuk ke Pelatnas PBSI di Cipayung, karier Marcus semakin cemerlang. Berpasangan dengan Agripina Prima Rahmanto, ia berhasil memenangkan turnamen Internasional Singapura 2011 dan Iran 2012. Selain itu, ia juga berhasil menempati posisi runner up pada turnamen di Vietnam. Namun, Marcus memutuskan keluar dari Pelatnas pada tahun 2013. Ia merasa kecewa karena keputusan PBSI yang tidak mengikutsertakan dirinya dan Agripina Prima pada All England 2013. Lika-Liku dengan Markis Kido Photo Instagram/markiskido Setelah hengkang dari Pelatnas, Marcus kembali ke lapangan sebagai pemain independen yang berpasangan dengan Markis Kido. Pasangan ini berhasil meraih medali emas Beijing 2008. Selain itu, pasangan ini pernah mencapai semifinal di Indonesia Masters Grand Prix Gold 2013 dan kalah dari pemain nasional Ronald Alexander dan Selvanus Geh. Tak hanya itu, Marcus bersama Markis Kido berhasil merebut gelar Superseries pertamanya di French Open pada tahun 2013. Pasangan ini juga berhasil tembus semifinal All England 2014. Namun, terhenti setelah kalah dari kompatriotnya Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan. Tak terhenti sampai di sini, pasangan ini berhasil meraih gelar kedua di Indonesia Masters pada tahun yang sama setelah mengalahkan Selvanuh Geh dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Memiliki julukan The Minions Photo Instagram/marcusfernaldig Akhirnya, pada tahun 2015 Marcus memutuskan kembali ke PBSI Cipayung. Ia dipasangkan langsung dengan Kevin Sanjaya, karena pasangan Kevin bernama Stevanus Gabriel sakit. Pasangan ini dijuluki sebagai The Minions oleh seorang penggemar bernama Stephanie Zen, lantaran tubuh Marcus dan Kevin memiliki tubuh mini seperti karakter di film Despicable Me. Marcus dan Kevin berhasil mengumpulkan medali emas dengan memenangi sejumlah turnamen Taiwan Open 2015, Malaysia Masters 2019, India Open 2017, China Open 2017 dan Australia Open 2016. Marcus dan Kevin dinobatkan sebagai ganda putra peringkat satu di dunia. Bahkan pasangan ini dinobatkan sebagai BWF Male Player of The Year pada tahun 2017 dan 2018. Namun, pada tahun 2019 pasangan ini gagal mempertahankan penghargaan tersebut karena dikalahkan oleh Kento Momota. Biodata Marcus Gideon Photo Badminton Indonesia Nama lengkap Marcus Fernaldi Gideon Nama panggung Marcus Gideon Tempat dan tanggal lahir Jakarta, 9 Maret 1991 Agama Kristen Profesi Atlet Bulu Tangkis Orang tua Kurniahu Gideon ayah, Sujati Iskandar ibu Saudara Nadia Emanuella Gideon Ayah Istri Agnes Amelinda Mulyadi Instagram marcusfernaldig Kini, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya berhasil maju ke perempat final Olimpiade Tokyo 2020 dan akan melawan pasangan Taiwan Lee Yang dan Wang Chi-Lin pada Selasa, 27 Juli 2021. Editor Anabel Yevina Tags Tags
Age, Biography and Wiki Marcus Fernaldi Gideon was born on 9 March, 1991 in Jakarta, Indonesia, is a Badminton player. Discover Marcus Fernaldi Gideon's Biography, Age, Height, Physical Stats, Dating/Affairs, Family and career updates. Learn How rich is He in this year and how He spends money? Also learn how He earned most of networth at the age of 32 years old? Popular As N/A Occupation N/A Age 32 years old Zodiac Sign Pisces Born 9 March 1991 Birthday 9 March Birthplace Jakarta, Indonesia Nationality Indonesia We recommend you to check the complete list of Famous People born on 9 March. He is a member of famous Player with the age 32 years old group. Marcus Fernaldi Gideon Height, Weight & Measurements At 32 years old, Marcus Fernaldi Gideon height is 168 cm . Physical Status Height 168 cm Weight Not Available Body Measurements Not Available Eye Color Not Available Hair Color Not Available Who Is Marcus Fernaldi Gideon's Wife? His wife is Agnes Amelinda Mulyadi m. 2018 Family Parents Not Available Wife Agnes Amelinda Mulyadi m. 2018 Sibling Not Available Children Not Available Marcus Fernaldi Gideon Net Worth His net worth has been growing significantly in 2022-2023. So, how much is Marcus Fernaldi Gideon worth at the age of 32 years old? Marcus Fernaldi Gideon’s income source is mostly from being a successful Player. He is from Indonesia. We have estimated Marcus Fernaldi Gideon's net worth , money, salary, income, and assets. Net Worth in 2023 $1 Million - $5 Million Salary in 2023 Under Review Net Worth in 2022 Pending Salary in 2022 Under Review House Not Available Cars Not Available Source of Income Player Marcus Fernaldi Gideon Social Network Instagram Marcus Fernaldi Gideon Instagram Linkedin Twitter Facebook Marcus Fernaldi Gideon Facebook Wikipedia Marcus Fernaldi Gideon Wikipedia Imdb Timeline In 2019, Gideon and Sukamuljo were nominated for the Best Male Player award, but failed to retain the award after being defeated by Kento Momota. Gideon is the son of former national badminton player, Kurniahu. He married a general practitioner, Agnes Amelinda Mulyadi on 14 April 2018. His first son Marcus Fernaldi Gideon Jr. was born in January 2019. The BWF World Tour, announced on 19 March 2017 and implemented in 2018, is a series of elite badminton tournaments, sanctioned by Badminton World Federation BWF. The BWF World Tour are divided into six levels, namely World Tour Finals, Super 1000, Super 750, Super 500, Super 300 part of the HSBC World Tour, and the BWF Tour Super 100. Seeing his achievements with Markis Kido, Gideon invited by PBSI to rejoin the national team. In early 2015, he is paired with Kevin Sanjaya Sukamuljo, ended the years by occupying the top 20 BWF World Ranking, grabbed one title at the Chinese Taipei Masters. He also participated at the Southeast Asian Games, clinched the gold medal in the men's team event and a silver medal in the men's doubles event. Gideon and Sukamuljo started their 2016 tour by winning the Malaysia Masters, their performance continues to increase and won the Superseries title in India and Australia, after that the Superseries Premier title in China. At the end of 2016, he and Sukamujo reach to the top 10 world ranking, and qualified to compete at the BWF Superseries Finals held in Dubai. The duo failed to advance to the knocked out stage after stand in the third position in group stage won a match against their compatriot Angga Pratama / Ricky Karanda Suwardi, and lost two matches to Danish and Japanese pairs. Men's doubles results against World Tour Level 2–4 finalist, World Tour Finals semifinalists, World Superseries finalists, World Superseries Finals semifinalists, World Championships semifinalists, and Olympic quarterfinalists paired with Gideon was selected to join the national training centre in Cipayung, in the men's doubles team in 2010. Partnered with Agripina Prima Rahmanto, he won the 2011 Singapore and 2012 Iran International tournaments, and also finished as the runners-up in 2012 Vietnam and Osaka International. Feeling disappointed with the PBSI decision in the sending players to the international tournaments, Gideon decided to leave the national training centre in 2013. Gideon then returned to the court as an independent player paired with the Beijing 2008 gold medalists, Markis Kido. The duo reaching to the semifinals at the 2013 Indonesian Masters Grand Prix Gold losing to the national player Ronald Alexander and Selvanus Geh in straight games. He captured his first Superseries title at the 2013 French Open with Kido, played from the qualification stage, and beat the seeded pairs in their journey to topped the men's doubles podium. Gideon and Kido, reached in to the semifinals at the 2014 All England Open, and then won their second title at the 2014 Indonesia Masters defeat another Indonesian players Selvanus Geh and Kevin Sanjaya Sukamuljo in the final with the rubber games. The BWF Grand Prix has two level such as Grand Prix and Grand Prix Gold. It is a series of badminton tournaments, sanctioned by Badminton World Federation BWF since 2007. The BWF Superseries, launched on 14 December 2006 and implemented in 2007, is a series of elite badminton tournaments, sanctioned by Badminton World Federation BWF. BWF Superseries has two levels Superseries and Superseries Premier. A season of Superseries features twelve tournaments around the world, which introduced since 2011, with successful players invited to the BWF Superseries Finals held at the year end. Marcus Fernaldi Gideon born 9 March 1991 is an Indonesian professional badminton player currently ranked world No. 1 in the men's doubles by the Badminton World Federation. He is from PB Jaya Raya, a badminton club in South Tangerang, Banten and has joined the club since June 2018. He won the 2017 All England Open Super Series Premier with his current partner Kevin Sanjaya Sukamuljo. He and Sukamuljo were recognized as the most outstanding players, and awarded as the BWF Best Male Players of the Year for two years in a row after collected seven Super Series titles in 2017 and eight World Tour titles in 2018. Marcus Fernaldi Gideon fans also viewed
Biografi dan Profil Lengkap Marcus Fernaldi Gideon – Marcus Fernaldi Gideon adalah salah satu pemain bulu tangkis Ganda Putra Indonesia. Marcus Fernaldi Gideon lahir Jakarta pada 9 Maret 1991. Marcus pernah berpasangan dengan Markis Kido di ganda putra dan ganda campuran bersama Rizki Amelia Pradipta. Pada tahun 2015, ia berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo di ganda putra. Pada penghujung tahun 2017 ini, Marcus Fernaldi Gideon bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil mencatatkan sejarah baru di ganda putra yaitu juara 7 turnamen dalam 1 tahun setelah pada hari minggu 17 Desember 2017 menjadi kampiun di turnamen SS Final Dubai dengan menaklukan pasangan Tiongkok Zhang Nan-Liu Cheng. Nama Marcus Fernaldi Gideon Lahir Jakarta, Indonesia, 9 Maret 1991 Kebangsaan Indonesia Tinggi m 557 ft 9 in Profesi Atlet Orang Tua Kurniahu Gideon Ayah Sujati Iskandar Bachtiar Ibu Pasangan Agnes Amelinda Mulyadi m. 2018 Pegangan Kanan Peringkat Tertinggi BWF 1 bersama Marcus Gideon Peringkat saat ini BWF 1 bersama Marcus Gideon Perjalanan Karier Bulu Tangkis Marcus Gideon Marcus Fenaldi Gideon atau lebih dikenal dengan Marcus Gideon lahir di Jakarta pada 9 Maret 1991. Sejak kecil, Gideon mencintai olahraga bulutangkis. Saat masih berusia belia, ia pun masuk pembinaan di Pelatnas Cipayung. Kemampuan bermain Gideon semakin berkembang. Pada 2013, saat usianya 22 tahun, Marcus keluar dari Pelatnas Cipayung. Waktu itu isunya PBSI tidak mencantumkan nama Marcus untuk mengikuti All England. PBSI justru mengirimkan pasangan lain yang secara peringkat masih di bawah Marcus. Lama berselang setelah kejadian itu, Marcus kembali ke Pelatnas Cipayung pada tahun 2014. PBSI tidak bisa membiarkan pemain sekelas Marcus untuk tidak masuk dalam Pelatnas setelah melihat prestasinya di luar Pelatnas. Setelah dipanggil kembali ke Pelatnas, Marcus yang sebelumnya berpasangan dengan Markis Kido langsung dipasangkan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang saat itu belum ada pasangannya. Tak disangka, pasangan baru ini bisa beradaptasi dengan baik dan meraih berbagai gelar kejuaraan dunia. Pada tahun 2015, Marcus dan Kevin mulai unjuk gigi dengan meraih posisi Runner Up di Chinese Taipe Terbuka dan juara pada Chinese Taipei Master. Pada tahun 2016, duet pasangan ini menggebrak dunia, mereka berhasil menjuarai Malaysia Master, India Open, Australia Open, China Open dan berhasil meraih gelar hattrick alias berturut-turut tiga kejuaraan Malaysia, India, dan All England. Berkat prestasinya, pada 2017 pasangan yang dikenal dengan julukan The Minions ini akhirnya dinobatkan sebagai peringkat pertama dunia versi BWF. Selain itu, mereka juga kembali berhasil menjuarai Japan Open. Prestasi Marcus Fernaldi Gideon Berikut sederet prestasi yang diraih Marcus Gideon di dunia bulu tangkis Juara Prancis Terbuka 2013 Medali Perak Singapura 2015 Ganda Putra Medali Emas Singapura 2015 Beregu Putra Medali Perak Piala Thomas Kunshan 2016 Beregu Putra Medali Perunggu Piala Sudirman Dongguan 2015 Beregu Campuran Juara Australia Open 2016 Juara India Open 2016 Juara China Open 2016 Juara India Open Super Series 2017 Juara Malaysia Open Super Series Premier 2017 Juara All England 2017 Juara Japan Open 2017 Runner Up Denmark Open 2017 Juara BWF Superseries Finals 2017 Medali Emas Beregu Putra, Asian Games 2018 Indonesia Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Marcus Fernaldi Gideon – Pemain Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Baca Juga Biografi Lainnya
Stats Place of Birth JAKARTA Height Current Residence JAKARTA Languages English, Indonesian Q & A When and where you began playing, and why this sport? "He began playing badminton at the PB Tangkas club in Jakarta, Indonesia at age nine. His father played badminton and encouraged him to take up the sport. "As a national player, my dad had high expectations of me. I always liked playing badminton as a child. I spent most of my childhood on the badminton court. At the same time I was not that fond of school. My parents eventually gave me the choice to choose between badminton and school. I chose badminton."" Sporting awards / Honours so far? "He and doubles partner Kevin Sanjaya Sukamuljo jointly received the 2017 Male Player of the Year award from the Badminton World Federation [BWF]." Sporting ambitions? "To win gold at the 2020 Olympic Games in Tokyo." Performance Data CAREER SINGLES PERIOD PLAYED WON LOST BALANCE EARNINGS ALL 9 8 1 +7 0 2023 0 0 0 0 0 CAREER DOUBLES PERIOD PLAYED WON LOST BALANCE EARNINGS ALL 520 394 126 +268 982,151 2023 16 10 6 +4 10,584 CAREER MIXED PERIOD PLAYED WON LOST BALANCE EARNINGS ALL 48 22 26 -4 3,056 2023 0 0 0 0 0 Gallery
agama marcus fernaldi gideon