ajakan untuk melihat tayangan televisi secara bijak
Artinyamelihat tayangan Korea hanya untuk selingan sehingga tidak from ENGLISH MISC at Philippine School of Business Administration, Manila (Main Campus)
SebuahPetisi berisi ajakan untuk memboikot Saipul Jamil dari televisi pun muncul seiring kontroversi tersebut. Petisi tersebut bahkan sudah mendapat 511.388 tanda tangan sampai Rabu (8/9/2021) malam. Petisi yang dibuat oleh Lets Talk and Enjoy itu dibuat agar televisi memboikot Saipul Jamil.
Lieber Sprafkin, dan Davidson (1981) Melacak peran Pokja Senat yang dipimpin oleh Senator Estes Kefauver untuk Juvenile Delinquency (mempertanyakan perlu tidaknya adegan kekerasan di televisi). Kendati gagal menetapkan konsensus seputar efek-efek kekerasan di televisi, riset ini menyiratkan prioritas untuk mengadakan studi tentang efek terpaan
Merekamenemukan bahwa wanita makan 52 persen camilan lebih banyak ketika melihat tayangan yang membosankan. Sebaiknya Anda mulai waspada ketika menonton acara yang membosankan atau tayangan action. Akan lebih baik jika tak menyediakan cemilan ketika menonton tayangan tersebut, atau sediakan cemilan yang sehat seperti buah-buahan. [kun]
Kegemaransiswa terhadap tayangan Korea juga diekspresikan melalui beberapa hal. Identitas menyukai budaya pop Korea atau hallyu ditunjukkan lewat kebiasaan siswa menghabiskan uang saku dan uang tabungan untuk membeli majalah, poster, mencetak foto artis Korea, membeli album original, membeli pakaian untuk bergaya seperti artis Korea dan untuk
Mann Schreibt Aber Will Sich Nicht Treffen. Beranda Artikel 1 Tahun Pola Asuh Anak Menonton televisi tidak hanya untuk orang dewasa. Sejak bayi, Bunda mungkin juga sudah sering memperlihatkan berbagai tayangan televisi kepada buah hati secara tidak langsung. Awalnya mungkin Bunda sekadar membawa buah hati ikut menonton acara kesukaan Bunda. Lama-kelamaan ini akan membuat buah hati semakin tertarik dengan tayangan di televisi. Terus bertambahnya usia, buah hati Bunda pun akan lebih lugas mengutarakan niatnya untuk menonton televisi. Padahal, menonton televisi bisa membuat perkembangan anak 1 tahun terhambat loh, Bun. Zaman sekarang membiarkan anak menonton televisi dapat menjadi cara jitu untuk membuatnya tenang. Acara-acara di televisi seakan mampu menghipnotis buah hati agar tidak menangis. Bunda pun bisa lebih Bunda melakukan berbagai kegiatan yang lain. Menonton televisi bukanlah suatu pantangan asalkan disesuaikan dengan jenis dan waktu tayangannya. Untuk itu, sebaiknya Bunda untuk mengetahui berbagai efek negatif serta tips bijak memilih tayangan televisi untuk buah hati. Dampak Tayangan Televisi bagi Anak Tak bisa dimungkiri membiarkan anak terlalu sering menonton tayangan televisi bisa berdampak kepada psikologinya. Efek-efek negatif pun kerap timbul jika Bunda terus membiarkan buah hati yang masih balita terus menonton berbagai acara televisi tersebut. Baca Juga Dampak Tayangan Televisi yang Kurang Tepat bagi Anak Tidak semua dampak menonton televisi bisa berpengaruh buruk terhadap psikologi perkembangan anak, Bun. Namun, Bunda juga mesti waspada dengan efek negatif yang bisa saja muncul akibat terlalu sering menonton televisi. Berikut adalah beberapa efek negatif yang timbul dari kebiasaan menonton televisi tanpa dibatasi bagi buah hati kesayangan Bunda. 1. Merusak Minat Baca Suguhan tayangan televisi yang penuh dengan gambar bergerak akan membuat buah hati merasa nyaman dan anteng. Namun risikonya, ia terbiasa melihat sesuatu secara visual bergerak. Alhasil ini bisa berpengaruh pada minat membacanya. Anak Bunda kelak bisa menjadi malas membaca. 2. Kecanduan Televisi Membiarkan anak menonton televisi tanpa batas waktu sangat berisiko membuatnya kencanduan untuk terus menonton. Efek lebih parahnya jika sudah kecanduan, anak akan lebih mudah rewel jika tidak diizinkan menonton acara televisi yang disukai. Bunda pun akan lebih repot untuk melepaskan anak dari ketergantungan menonton tayangan di televisi. 3. Ancaman Obesitas Obesitas sangat mudah menimpa anak yang sudah kecanduan televisi. Menonton televisi terlalu lama bisa menjadikan anak kurang aktivitas fisik dalam kesehariannya. Ini karena buah hati cenderung lebih suka menghabiskan waktu di depan televisi ketimbang melakukan aktivitas fisik. 4. Terpapar Perilaku yang Buruk Banyak sekali tayangan televisi yang justru menampilkan contoh-contoh perilaku buruk. Ini sangat berbahaya bagi perkembangan psikologi buah hati. Karena itu, Bunda sebaiknya memastikan dan menyeleksi semua tayangan televisi yang ditonton buah hati, agar buah hati hanya menonton acara yang sesuai umurnya. 5. Risiko Depresi Risiko depresi bisa muncul dari banyaknya adegan kekerasan yang kerap muncul di televisi. Berbagai adegan tersebut bisa membuat anak merasa agresif dan ketakutan. Pada akhirnya, menonton tayangan dengan adegan kekerasan bisa berujung pada depresi anak. Kalaupun Bunda sudah melihat gejala depresi tersebut, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan psikolog anak. Memilih Tayangan Televisi untuk Anak Bunda tidak perlu melarang anak menonton televisi sepenuhnya. Bagaimanapun, masih banyak tayangan televisi yang positif dan baik untuk perkembangan psikologi anak. Bunda hanya perlu memilihnya dengan teliti. Selain memperhatikan konten tayangan tersebut, banyak aspek lain yang perlu Bunda pertimbangkan. Berikut ini beberapa tips untuk Bunda dalam memilih tayangan televisi bagi Buah hati, dimulai dari waktu acaranya, jenis tayangan, serta nilai yang ditampilkan. Pastikan Tayangan Bisa Ditonton Semua Umur Hal paling utama untuk pertimbangan adalah apakah kategori tayangan tersebut cocok untuk buah hati. Pastikan semua tayangan yang Bunda izinkan untuk buah hati tonton berkategori semua umur. Kategori tersebut menjadi penanda bahwa konten yang ada dalam tayangan sesuai dengan usia anak. Meski demikian, Bunda tetap harus mendampingi buah hati ketika menonton tayangan tersebut dan menjelaskan adegan-adegan yang terasa rancu di dalamnya. Pilih Tayangan yang Mengusung Nilai Positif Acara dengan kategori semua umur juga belum tentu menampilkan nilai-nilai positif di dalamnya loh, Bun. Bisa jadi acara yang ditampilkan tidak bernilai apa pun. Biasakan jangan memberi kesempatan anak untuk menonton tayangan yang tidak bernilai. Carilah referensi dari tiap tayangan televisi terlebih dahulu. Pastikan nilai-nilai positif yang ada di dalamnya. Setelah itu, barulah Bunda bisa mengizinkan buah hati menonton tayangan televisi tersebut. Adanya nilai positif dalam tayangan, perkembangan psikologi anak akan jauh lebih baik. Perhatikan Musik dalam Tayangan dan Waktu Tonton Memilih tayangan yang baik juga harus mempertimbangkan waktu anak ketika menontonnya. Khususnya terkait musik yang melatari adegan dalam acara yang ditonton buah hati. Bunda sebaiknya memilih tayangan dengan latar musik santai ketika anak menontonnya pada malam atau sore hari. Sebaliknya jika menontonnya di pagi hari, Bunda bisa memilihkan tayangan dengan latar musik yang lebih bersemangat. Pemilihan ini berguna anak agar tidak terlalu agresif. Dengan latar musik tenang pada sore hari, diharapkan buah hati tidak menjadi hiperaktif menjelang malam tiba. Sebaliknya ketika menonton acara yang energik saat pagi hari, diharapkan anak lebih bersemangat menjalani berbagai aktivitasnya seharian. Durasi Tayangan yang Tidak Panjang Anak kecil kadang cepat merasa bosan. Begitu juga saat sedang menonton televisi. Sangat mungkin buah hati Bunda mendadak rewel karena durasi acara yang ditontonnya terlalu panjang. Untuk mencegah situasi tersebut, Bunda sebaiknya mencari tayangan dengan durasi yang tidak begitu panjang antara 25-30 menit. Durasi ini juga bisa membatasi anak dari kegiatan menonton televisi terus-menerus. Tips Membatasi Waktu Menonton Televisi Anak Walaupun tayangannya bagus, Bunda juga sebaiknya tidak membebaskan anak untuk menonton televisi seharian penuh. Berbagai penelitian menyatakan, waktu menonton televisi yang baik bagi anak di bawah 5 tahun adalah tidak lebih dari 2 jam sehari. Karena itu, diperlukan cara bijak guna bisa membatasi waktu menonton televisi bagi buah hati Bunda. Bunda sebaiknya membatasi waktu menonton tayangan televisi bagi anak, misalnya mencari tayangan dengan durasi tidak terlalu panjang. Selain itu, masih banyak tips lain untuk membatasi waktu menonton televisi buah hati. Hindari Menggunakan Televisi untuk Menenangkan Anak Sekali menggunakan televisi untuk menenangkan buah hati, Bunda harus bersiap menghadapi ketergantuangn anak dari berbagai tayangan televisi. Membiarkan anak menonton televisi agar Bunda bisa melakukan berbagai kegiatan lainnya tidaklah bijaksana. Selain tayangannya menjadi di luar pengawasan, waktu menonton pun jadi panjang. Dampingi Buah Hati saat Menonton Dengan selalu berada di sampingnya, Bunda bisa memastikan tayangan yang sedang ditonton buah hati. Tidak hanya itu, Bunda bisa mengatur batas waktu menonton bagi buah hati. Perbanyak Aktivitas di Luar Ruangan Salah satu faktor anak menjadi kecanduan televisi karena kurangnya aktivitas lain. Bunda bisa membantunya lepas dari kebiasaan menonton televisi dengan menemaninya bermain. Bunda juga bisa memperbanyak aktivitas di luar ruangan. Ajarkan buah hati untuk lebih senang bermain dengan teman-temannya. Ini akan memudahkannya lepas dari menonton televisi. Artikel Lainnya Artikel Terpopuler
- Sikap tanggung jawab diperlukan ketika menggunakan atau menonton televisi. Karena televisi bisa memberi pengaruh negatif, contohnya kita menjadi malas melakukan hal lain saat menonton televisi. Tanggung jawab ketika menggunakan televisi dapat diartikan sebagai sikap atau perilaku bijak, bagaimana kita mampu mengendalikan atau membatasi penggunaan tanggung jawab menggunakan televisi Dikutip dari buku Awas Tayangan Televisi 2008 karya Surbakti, sikap tanggung jawab menggunakan televisi dibutuhkan supaya kita tidak terjerumus atau terjebak pada konten siaran televisi yang tidak mendidik atau tidak bermutu. Berikut contoh kunci jawaban materi tema 3 kelas 6 tentang sikap tanggung jawab menggunakan televisi, yakni Menggunakan televisi untuk belajar atau mencari ilmu pengetahuan Ketika menggunakan atau menonton siaran televisi, kita harus memiliki sikap tanggung jawab dengan memilah dan memilih siaran yang bermanfaat. Contohnya menggunakan televisi untuk belajar atau mencari ilmu pengetahuan. Baca juga Sikap Selektif Menghadapi Pengaruh IPTEK Fokus melakukan aktivitas lain dan mematikan televisi Siaran televisi memang terasa sangat seru untuk diikuti dan terus ditonton. Namun, kita harus bertanggung jawab dalam menggunakan televisi, yakni fokus melakukan hal yang sedang kita kerjakan, seperti belajar, bekerja, dan membersihkan rumah. Supaya lebih fokus, sebaiknya kita mematikan televisi ketika melakukan aktivitas. Bersikap bijak dengan tayangan siaran televisi Menurut Al. Tridhonanto dan Beranda Agency dalam buku Melejitkan Kecerdasan Emosi EQ Buah Hati 2013, sikap bijak ketika menggunakan televisi berarti memilih siaran yang cocok dengan usia dan budaya kita. Sikap bijak diperlukan supaya kita mengetahui mana siaran yang baik atau tidak. Lebih baiknya ketika menonton televisi, anak-anak bisa meminta untuk didampingi orang tua. Menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu Sikap tanggung jawab lainnya adalah menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu. Menonton televisi menjadi hak seseorang setelah melakukan kewajiban. Contohnya menonton televisi hak setelah belajar kewajiban, dan menonton televisi hak setelah mengerjakan tugas sekolah kewajiban. Baca juga Akibat dari Sikap Tanggung Jawab Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Ajakan Untuk Melihat Tayangan Televisi Secara Bijak Unduh PDF Unduh PDF Televisi definisi tinggi Loftier Definition Television atau HDTV adalah bentuk digital dari televisi yang dapat mendukung piksel dalam jumlah tinggi serta menghadirkan gambar beresolusi dan kualitas tinggi di layar. Di sisi lain, definisi standar Standard Definition atau SD menawarkan jumlah piksel yang kecil sehingga menghasilkan resolusi dan kualitas gambar yang lebih rendah. Untuk mengetahui apakah Anda menonton tayangan dalam kualitas SD atau Hd di televisi, amati kualitas gambar, kemudian periksa pengaturan layar, kabel, dan perangkat sumber untuk mengetahui apakah ketiganya mendukung kualitas Hard disk drive dan sudah diatur ke pengaturan yang tepat. 1 Perhatikan peningkatan yang signifikan pada kualitas gambar. Saat menonton tayangan dalam kualitas HD, Anda bisa melihat perbaikan yang signifikan pada warna, kejelasan, dan detail. Beralihlah dari kanal atau sumber SD ke kanal Hard disk dan perhatikan perbedaannya. Jika gambar tidak tampak jernih jika dibandingkan dengan tayangan berkualitas SD, ada kemungkinan tayangan yang Anda nikmati tidak memiliki kualitas HD. [ane] Siaran langsung di studio atau acara olahraga dalam kualitas HD merupakan sumber yang cocok untuk dibandingkan dengan kanal-kanal berkualitas SD. Kumis/janggut, setiap helai rumput di padang golf atau lapangan bisbol, dan objek-objek lain yang tampak tiga dimensi atau berkualitas tinggi seperti foto merupakan contoh-contoh umum yang Anda dapat lihat pada tayangan berkualitas HD. Sebagai perbandingan, tayangan atau gambar berkualitas SD biasanya tampak sedikit buram atau tidak jelas. 2 Periksa pengaturan resolusi layar televisi. Resolusi ditandai oleh angka yang menunjukkan banyaknya baris horizontal yang dapat didukung oleh layar, diikuti huruf “p” atau “i”. Televisi SD memiliki resolusi 480i, sementara HDTV mendukung resolusi seperti 480p, 720i, 720p, 1080i, dan 1080p. Pastikan Anda memilih pengaturan tertinggi untuk mendapatkan kualitas gambar terbaik.[ii] Anda bisa mengakses pengaturan resolusi pada bill of fare pengaturan televisi. Daftar resolusi biasanya ditampilkan pada manual pengguna. [3] Huruf “i” merupakan singkatan dari “interlaced” yang menunjukkan bahwa gambar di layar akan berkedip di antara setiap baris, dan “p” bermakna “progressive” yang menunjukkan bahwa setiap baris di layar televisi akan digunakan secara konstan untuk menampilkan gambar/tayangan. [4] 3 Amati adanya garis-garis hitam/abu-abu, pemotongan, atau perentangan gambar. Jika Anda memiliki HDTV dan mengalami gangguan visual seperti ini, pengaturan rasio aspek televisi mungkin tidak aktif. Buka menu pengaturan televisi atau perangkat sumber dan cari opsi pengaturan “ingather“, “zoom“, “stretch“, atau “aspect ratio“. Atur televisi ke rasio aspek menjadi “xviix” untuk menangani masalah yang ada. Layar HD dan SD memiliki rasio aspek yang berbeda sehingga terkadang HDTV mendistorsi gambar SD agar pas atau muat di layar. Layar SD biasanya menggunakan rasio aspek four3, sementara layar Hard disk memiliki rasio aspek 16ix. Iklan one Periksa apakah Anda menggunakan pemutar dan cakram Blu-ray. Untuk menonton film dalam kualitas Hard disk, Anda perlu menggunakan cakram dan pemutar Blu-ray. Video VHS dan DVD tidak mendukung kualitas HD sehingga meskipun diputar di HDTV, tayangan tersebut tidak memiliki kualitas Hard disk drive.[5] DVD mungkin tampak berkualitas lebih tinggi saat diputar di HDTV karena diatur untuk ditayangkan dalam resolusi HD. Namun, tayangan tidak lantas memenuhi syarat sebagai tayangan Hard disk.[6] 2 Pastikan Anda memiliki boks dengan dukungan HD jika menggunakan televisi satelit atau kabel. Hubungi penyedia layanan televisi dan pastikan Anda menggunakan boks televisi kabel dengan dukungan HD. Jika tidak, tanyakan mengenai peningkatan ke paket kualitas Hd. Dengan HDTV, Anda tidak membutuhkan tuner atau penyelaras karena televisi sudah memiliki penyelaras bawaan. [7] three Periksa apakah pengaturan boks televisi kabel atau satelit sudah diatur ke keluaran berkualitas Hd. Hal ini penting untuk diingat. Mungkin Anda sudah mengatur boks televisi dan HDTV, tetapi jika keluaran boks tidak diatur ke kualitas HD, gambar atau tayangan tetap akan memiliki kualitas SD. Jika Anda tidak bisa menemukan pengaturan keluaran pada menu pengaturan, cari “Aspect Ratio” dan atur menjadi “169”.[eight] 4 Langgani kanal-kanal HD. Kanal-kanal ini biasanya tidak secara otomatis disertakan pada boks televisi dengan dukungan Hd sehingga Anda perlu berlangganan paket HD. Beberapa penyedia layanan televisi menambahkan kanal-kanal Hard disk setelah kanal-kanal SD, sementara penyedia-penyedia lainnya menempatkan kanal-kanal HD di surface area kanal khusus mis. kanal nomor dan seterusnya. Tanyakan kepada penyedia layanan televisi jika Anda kesulitan menemukan kanal-kanal Hd.[9] v Atur perangkat sumber agar dapat disesuaikan dengan layar Hard disk drive. Pilih opsi input dan gunakan manual HDTV dan perangkat sebagai panduan. Tinjau opsi resolusi tertinggi yang sama pada perangkat dan HDTV. Tujuannya adalah tidak membatasi resolusi keluaran perangkat, kecuali jika nilai atau resolusinya melebihi resolusi maksimal input layar. Sebagai contoh, jika HDTV Anda dapat menampilkan tayangan dengan resolusi maksimal 720p, Anda tidak boleh memilih input dengan resolusi yang lebih dari 720p. Hal yang sama berlaku untuk sumber dengan resolusi 1080i atau 1080p. Iklan 1 Cari input-input HDMI, DVI, VGA, dan komponen lainnya. Amati bagian belakang televisi dan cari console input yang memuat porta atau lubang input. HDTV biasanya memiliki input HDMI, DVI, VGA, dan komponen. Hanya input-input ini yang dapat mendukung gambar berkualitas HD. Jika televisi memiliki input video “S” atau “composite video and stereo sound“, televisi Anda bukanlah HDTV. Input-input tersebut tidak mendukung kualitas Hd. Semua input Hard disk drive merupakan konektor tunggal sehingga cara mudah mengetahui apakah input yang Anda merupakan input SD saja adalah memeriksa jika terdapat beberapa konektor. Sebagai contoh, input “composite video and stereo audio” memiliki tiga komponen dalam warna yang berbeda. ii Pastikan Anda menggunakan kabel HDMI. Cari kabel input yang terhubung ke bagian belakang HDTV. Jika Anda menggunakan kabel tunggal berwarna kuning, tayangan di televisi memiliki kualitas SD. Kabel kuning tunggal tidak mendukung kualitas HD. Sebagai gantinya, Anda membutuhkan kabel HDMI. Kabel ini mengirimkan sound dan visual dari perangkat sumber mis. boks televisi kabel/satelit, konsol permainan, atau pemutar Blu-ray ke HDTV.[10] Beberapa perangkat lama memungkinkan Anda untuk menggunakan kabel video komponen analog, tetapi HDMI biasanya menjadi pilihan yang lebih baik karena lebih universal dan digunakan oleh semua perangkat-perangkat baru. Kabel-kabel HDMI sangat mudah ditemukan dan terjangkau. Anda bisa membelinya dengan harga di bawah 50 ribu rupiah bahkan di bawah twenty ribu rupiah.[11] 3 Jangan gunakan jack komposit “video in” berwarna kuning pada HDTV jika televisi sudah mendukung teknologi ini. Jika Anda memiliki input sinyal HD pada televisi dan keluaran Hard disk drive pada perangkat sumber atau pemutar media, Anda tidak perlu menggunakan jack komposit “video in” yang berwarna kuning. Jack ini hanya mendukung gambar berkualitas SD dan perlu digunakan sebagai pilihan/langkah terakhir. Iklan Kaset-kaset VHS memiliki kualitas gambar yang sangat buruk jika ditayangkan di HDTV besar. Ada baiknya Anda menonton tayangan VHS pada televisi CRT tabung kecil. Meskipun memiliki kinerja yang hebat dalam menampilkan konten HD bawaan, televisi-televisi besar biasanya kurang mumpuni saat menampilkan konten SD. Derau noise pada gambar meningkat secara signifikan dan menjadi lebih jelas saat ukuran layar/televisi bertambah. Program-programme Hd tidak hanya terbatas pada acara televisi atau motion-picture show baru. Sebenarnya, acara televisi dan flick yang difilmkan pada film cocok ditampilkan di HDTV jika sudah disimpan dan diputar pada cakram Blu-Ray. Resolusi flick menjadi lebih tinggi daripada sinyal HDTV 1080p. Ini mungkin terdengar aneh, tetapi picture dan acara televisi yang dibuat 20, 30, atau 40 tahun lalu bahkan lebih dapat tetap terlihat jernih di HDTV. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? Ajakan Untuk Melihat Tayangan Televisi Secara Bijak Source
Tema Dampak negatif televise a. Perkembangan televisi sampai sekarangb. Ragam tayangan televisic Dampak negatif televisi bagi anakd. Upaya pencegahan dampak negatif televisie Ajakan untuk melihat tayangan televisi secara bijakBuatlah sebuah teks persuasi berdasarkan kerangka teks tersebut dengan memperhatikanstruktur dan kaidah kebahasaan! Jawaban kalo salahsemangat terus ya
Perkembangan teknologi komunikasi telah mengantarkan kita ke peradaban yang maju dan modern. Kemajuan ini salah satunya ditandai dengan percepatan dalam penyampaian informasi. Kini telah banyak cara yang dapat membantu dan memudahkan manusia dalam menyampaikan informasi, salah satunya melalui televisi. Beragam informasi bisa kita dapatkan dengan mudah di televisi mulai dari pendidikan, kesehatan, hiburan berita terkini, dan lain-lain. Faktanya tayangan televisi yang kita saksikan memiliki banyak pengaruh bagi diri kita sendiri, seperti berpengaruh pada pola pikir, psikis dan mental. Namun tak jarang kita jumpai tayangan televisi yang minim unsur edukasinya. Tayangan tersebut contohnya mengandung unsur kekerasan, kenakalan remaja, kejahatan dan lain sebagainya. Tentunya dengan menonton tayangan tersebut akan berdampak buruk bagi kita. Karena tanpa kita sadari alam bawah sadar kita menyerap berbagai informasi dari apa yang kita tonton/saksikan. Tindakan dan perilaku pun juga dapat dipengaruhi oleh tayangan yang kita tonton. Sebagai contoh seorang anak kecil yang sering melihat tayangan sinetron yang mana tidak sesuai dengan usianya, maka anak kecil tersebut akan melakukan/menirukan apa yang ada dalam tayangan tersebut. Selain itu tayangan yang kita tonton juga turut mempengaruhi pikiran kita. Sebagai contoh, dengan seringnya menonton tayangan yang berisi kekerasan, perundungan hingga pembunuhan maka hal tersebut dapat berujung pada gangguan kecemasan dan depresi. Contoh lain, sebagai perbandingan dengan menonton tayangan yang berisi edukasi maka secara otomatis kita mendapat pengetahuan baru yang tentunya bermanfaat. Telah kita ketahui bahwa setiap tayangan yang kita tonton memiliki pengaruh yang besar dalam berbagai hal. Namun tidak semua tayangan kurang baik, nyatanya masih banyak tayangan yang dapat dijadikan sebagai sarana edukasi untuk menambah pengetahuan serta menyajikan informasi terkini baik di dalam negeri maupun mancanegara yang tentunya bermanfaat. Sebagai penonton sudah seharusnya kita bijak dalam memilih tayangan. Kita harus bijak dalam menyeleksi setiap tayangan yang bermanfaat dan kurang bermanfaat. Karena kitalah yang dapat membimbing diri sendiri menentukan seperti apa kita lewat tayangan yang kita tonton. Annisa Firaus. *Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UTM.
ajakan untuk melihat tayangan televisi secara bijak